Lanjut ke konten

Tiada Hari Tanpa Mati Listrik

26 November 2011

Listrik Lumpuhkan Perekonomian Warga

TAMPAK pohon besar roboh melintang ditengah jalan yang sudah dipastikan meninpa jaringan listrik beberapa waktu lalu.

‘’TIADA hari tanpa mati listrik’’ itulah setidaknya salah satu ungkapan yang keluar dari mulut masyarakat di Bumi Serasan Seandanan, menyikapi terlalu seringnya listrik mati (padam). Listrik tak hanya sering mati, tetapi yang lebih menjengkelkan byar pet listrik juga kerap terjadi.

Akibatnya, banyak barang elektronik warga harus rusak seketika. Belum lagi arus listrik yang tidak pernah stabil menyebabkan barang-barang elektronik yang membutuhkan arus listrik sama sekali tak dapat difungsikan. Kondisi ini tentu sangat dikeluhkan masyaakat Kabupaten OKU Selatan, terutama yang berada di ibu kota kabupaten kota Muaradua.

‘’Bagaimana daerah ini akan maju bila kondisi kelistrikan masih belum stabil dan kerap terjadi listrik padam, ditambah lagi byar pet yang membuat barang-barang elektronik mengalami kerusakan,’’ ungkap Sopian (35), warga Kampung Rengas, Kota Muaradua.Menurut Sopian, dalam sepekan terakhir satu unit televisi dan kulkas  di rumahnya terpaksa tak dapat digunakan lagi. ‘’Setiap hari pasti listrik padam, ditambah lagi byar pet listrik ketika barang elektronik sedang dialiri arus listrik inilah yang menyebabkan televisi dan kulkas kami jadi rusak,’’ ujarnya.

Sopian berharap hendaknya kondisi kelistrikan di wilayah Kabupaten OKU Selatan dapat menjadi perhatian dari pemerintah. ‘’Jangan seperti masih belum menjadi kabupaten dulu, seharusnya dengan kemajuan deerah ini menjadi kabupaten defenitif kondisi listrik sudah dapat sama dengan daerah perkotaan. Karena kalau diperhatikan kondisi listrik sekarang tak ubahnya seperti OKU Selatan masih bergabung dengan Kabupaten OKU dulu,’’ sesalnya.

Ungkapan senada disampaikan Gunawan, warga Pancur Pungah, Kota Muaradu. Menurutnya, sering padamnya listrik di wilayah Kabupaten OKU Selatan ketika ditanya kepada petugas PLN sering dijawab kalau penyebabnya adalah karena sering terjadi peristiwa pohon tumbang menimpa jaringan listrik.

‘’Alasan yang disampaikan pihak PLN ini terkadang tidak masuk akal. Karena menurut saya, kalau PLN sudah tahu dari puluhan tahun silam kalau pohon menjadi penyebab listrik padam kenapa mereka tidak menganggarkan dana rutin untuk menebang pohon-pohon yang bakal tumbang menimpa jaringan listrik,’’ tegasnya.

Dijelaskan Gunawan, bila pihak PLN memang memperhatikan begitu pentingnya listrik bagi masyarakat tentu setiap tahun akan selalu berusaha mencari solusi dalam mengatasi permasalahan terlalu seringnya listrik padam. Ia mencontohkan, bila terdapat pohon-pohon di sepanjang perlintasan jaringan listrik yang perlu untuk ditebang, kenapa tidak langsung dilakukan penebangan sebelum pohon tersebut tumbang menimpa jaringan listrik.

‘’Atau mungkin alasan pihak PLN tidak dilakukan penebangan karena pohon itu berada di kebun masyarakat, saya rasa masyarakat juga akan dapat maklum bila dijelaskan kenapa dilakukan penebangan terhadap pohon yang dianggap mengganggu keamanan jaringan listrik,’’ tambahnya.

Di sisi lain Gunawan menjelaskan, listrik padam bagi warga mampu memang tidak begitu bermasalah, karena mereka tentu telah menyediakan mesin genset sebagai sarana pengganti. ‘’Tapi kalau masyarakat ekonomi pas-pasan tentu akan terganggu dengan seringnya listrik padam ini,’’ imbuhnya.

Sementara itu, pihak PLN ketika pernah ditanya soal sering padamnya listrik ini mengakui kalau pemadanan listrik dilakukan akibat dari pengaruh musin. ‘’Jaringan listrik sering putus tertimpa pohon yang tumbang akibat angin, selain itu rawannya longsor yang terjadi di OKU selatan sering kali juga mengenai tiang listrik,’’ ungkap Marjani, Supervisor Distribusi PLN Rayon Muaradua.

Menurut Marjani, gangguan terhadap jaringan listrik memang kerap terjadi setelah terjadinya pergantian musim panas ke musin penghujan. Wilayah OKU Selatan, katanya, sebagaian wilayahnya merupakan kawasan hutan dengan banyak binatang seperti monyet yang juga ikut mempengaruhi.

Karena PLN mempunyai sisten otomatis, maka akan melakukan pemadaman jika jaringan terganggu. Marjani mencontohkan, pernah terjadi beberapa waktu lalu banyak monyet yang mati tergantung di kawat jaringan listrik lantaran monyet tadi ingin menyeberang jalan dan melompat ke kawat jaringan. Selain monyet juga wilayah OKU Selatan banyak burung walet yang hinggap memenuhi kawat jaringan listrik.

‘’Kondisi alam inilah terkadang yang menjadi penyebab utama sering terjadinya pemadaman listrik di OKU Selatan. Kami sebagai petugas PLN sendiri sebetulnya sama dengan masyarakat lainnya tidak menginginkan sering terjadinya padam listrik,’’ jelasnya.

Selaku pihak yang menangani kelistrikan ini, Marjani cukup memahami keluhan yang sering disampaikan masyarakat. ‘’Tetapi keadaan dan kondisi alam yang menjadi penyebab sehingga listrik masih sering padam,’’ tambahnya.

Salah satu upaya yang juga telah dilakukan pihak PLN, katanya, saat ini telah diusulkan agar dibangunnya Gardu Induk (GI)  untuk wilayah OKU Selatan. Dengan adanya GI ini diharapkan pemadaman listrik dapat diatasi dan bertambahnya pasokan listrik.(*)

Penulis: Syamsul Fikri (085273231111)

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: