Lanjut ke konten

Stok Beras Sumsel Aman

23 November 2011

STOK beras Sumsel aman hingga empat bulan kedepan.

PERUSAHAAN Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Sumsel menjamin persediaan beras bagi masyarakat di wilayah Sumsel aman hingga empat bulan mendatang. Hal ini diketahui dengan melihat jumlah stok beras yang ada, termasuk tambahan beras impor sekitar 40.000 ton.

”Kondisi saat ini memang stok beras bertahan hingga 2,5 bulan ke depan. Namun, dengan adanya pengadaan beras dari OKU Timur mencapai 200 ton serta impor beras Vietnam 40.000 ton, dipastikan cadangan bertahan hingga empat bulan ke depan sembari menunggu panen raya Februari dan Maret 2012,” kata Kepala Divre Sumsel H Bambang Napitupulu kemarin.

Menurutnya, persediaan beras di area Sumsel dan Babel ini juga ditambah stok tambahan mencapai 125.000 ton pertahun. Dengan asumsi rata-rata beras terserap sekitar 9.000 ton perbulan. Persediaan beras yang dimiliki ini diperuntukkan bagi kebutuhan raskin secara rutin serta pengendalian harga beras dengan opsi Operasi Pasar (OP), yang kerap dilakukan pemerintah di sejumlah pasar tradisional.

”Tapi, beras yang dimiliki Bulog ini tidak dipasarkan ke pedagang-pedagang pasar tradisional, tetapi hanya untuk memenuhi kebutuhan rutin distribusi raskin dan OP pemerintah,” ujarnya.

Sementara untuk persoalan harga, saat ini harga beras kelas premium dan medium dapat dikatakan relatif stabil. Masyarakat dinilai masih memiliki daya beli yang cukup tinggi. Harga beras kelas medium saja dijual sekitar Rp7.300 per kg, sementara kelas premium dijual dengan kisaran Rp8.000–Rp8.500 per kg.

”Sebagai upaya mengantisipasi agar harga beras tidak naik signifikan,kami mencoba mempercepat pendistribusian raskin dari Desember ke November. Bahkan, secara bertahap kami bersama dengan Disperindag Kota melakukan OP di 12 pasar tradisional di Palembang,” ungkapnya.

Dia menuturkan, sebenarnya OP yang dilakukan saat ini sudah berlangsung sejak Oktober, hingga dalam batas waktu yang tidak ditentukan. Masing-masing pasar tradisional disiapkan beras 1,5–2 ton, tergantung permintaan dan daya beli masyarakat. Beras OP ini selanjutnya dikemas dalam kemasan 5 kg dengan harga jual Rp6.600 per kg.

”Kami akui, sebelum SEA Games, dari hasil pemantauan kami di lapangan, terjadi kenaikan harga beras dari 4–7 %. Kondisi ini tentu berimbas terhadap daya beli masyarakat yang semakin lemah. Untuk itulah, diputuskan dilakukan OP di 12 pasar tradisional di Palembang,” katanya.

Kepala Seksi (Kasi) Humas Perum Bulog Divre Sumsel, Fahmi menambahkan, apabila stok beras yang dimiliki aman untuk empat bulan ke depan, dimungkinkan dapat didistribusikan dalam wilayah Sumbagsel, seperti Jambi, Bengkulu, dan Lampung. ”Biasanya akan lebih diprioritaskan daerah dalam wilayah Sumbagsel dulu, ketimbang mendistribusikannya ke Pulau Jawa.

Memang harus kita akui, kondisi masa paceklik sering dimanfaatkan oknum tertentu untuk menaikkan harga beras di pasaran. Tapi, itu dapat diantisipasi dengan dilakukannya OP dan distribusi raskin,” tandasnya.(*)

Penulis: Syamsul Fikri (085273231111)

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: