Lanjut ke konten

Omzet Pameran SEA Games XXVI Capai Rp15 M

23 November 2011

DINAS Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat, capaian omzet pameran selama dua pekan berlangsungnya SEA Games di Palembang terbilang sangat luar biasa, yakni menembus angka Rp15 milyar.

”Angka capaian yang berhasil dihimpun itu termasuk pameran yang diikuti seluruh UMKM. Dari beragam produk kerajinan asal Sumsel yang ditawarkan, ternyata kain songket dan kuliner khas Palembang mendominasi dalam penjualan,” demikian dikatakan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumsel, Abdul Shobur, pada hari penutupan SEA Games XXVI di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (22/11) malam.

Diakuinya, pameran Sriwijaya Exspo maupun pameran International Expomemang menyedot banyak keuntungan, terutama bagi pelaku UMKM yang tergabung di pameran tersebut. Bahkan, tak hanya pengunjung lokal yang tertarik dengan kain songket dan kuliner khas Palembang, pengunjung dari luar pun sangat terkesan dan menggunakan songket asli Palembang. ”Pada prinsipnya, produk Palembangtidakkalahbersaing dengan produk dari luar. Tinggal kreativitas pelaku usaha dalam berinovasi untuk pengembangan produk,” ucapnya.

Kendati kreativitas pelaku UMKM lokal sudah mumpuni, dari sisi paket atau kemasan masih jauh tertinggal dengan kemasan yang dimiliki provinsi lain yang terkesan lebih unik dan cantik. ”Ke depan kami akan semaksimal mungkin memberikan pelatihan dan pengembangan kepada pelaku UMKM agar mereka lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan produk dan usahanya,” katanya.

Kepala Bidang (Kabid) UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumsel, Epriliansyah menambahkan saat ini setidaknya ada sekitar 65 pelaku UMKM yang menjadi binaan Disperindag serta UMKM binaan BUMN maupun BUMD dan personal yang terlibat dalam pameran yang digelar selama SEA Games. ”Perputaran ekonomi selama perhelatan SEA Games memang benar-benar luar biasa. Bahkan capaian omset justru melebihi target yang diinginkan,” ujarnya.

Kendati anggaran untuk pembinaan UMKM tahun 2011 sedikit menurun dari tahun sebelumnya, yakni Rp8 milyar menjadi Rp7,5 milyar, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM, termasuk melakukan pelatihan dalam memasarkan produk melalui jejaring sosial, website, Twitter, dan lainnya.(*)

Penulis: Syamsul Fikri (085273231111)

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: