Lanjut ke konten

Tiga Camat Mendapat Reward dari Dispenda

21 November 2011

KEBERHASILAN yang telah dicapai pihak kecamatan dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tepat pada waktunya, ternyata mendapat perhatian serius dari jajaran Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten OKU Selatan.

Terhadap pihak kecamatan yang telah berhasil tersebut, Dispenda OKU Selatan memberikan reward (penghargaan) dengan memberikan hadiah masing-masing satu unit televise. Tiga Kecamatan yang mendapat reward, yakni Kecamatan Kisam Tinggi, Kecamatan Sungai Are dan Kecamatan Mekakau Ilir. Kecamatan lainnya yang tersebar di Kabupaten OKU Selatan hingga kini masih berupaya mencapai target PBB. Salah satu kecamatan adalah Kecamatan Buay Runjung yang termasuk kecamatan belum memenuhi target PBB, dari target Rp97 juta hingga saat ini Kecamatan Buay Runjung baru mencapai Rp 9 juta atau sekitar 12 persen.

Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadispenda) OKU Selatan, Drs H A Buchori mengatakan, hingga awal November lalu masih banyak tunggakan pajak dari sektor PBB, yakni sebesar Rp610 juta atau sekitar 44 persen. Namun demikian, pihaknya tetap optimis target PBB bisa tercapai pada akhir tahun 2011 nanti.

Sekedar mengingatkan, Kabupaten OKU Selatan sudah empat kali berturut-turut mendapatkan penghargaan sebagai kabupaten dengan lunas PBB tepat pada waktunya. ‘’Meski masih ada kekurangan tetapi kami optimis akan tercapai. Kami juga berharap peran serta perangkat daerah camat, lurah dan termasuk kades untuk mensosialisasikan kepada masyarakat supaya target kita tercapai,” harap A Buchori saat memimpin rapat koordinasi target pencapai pajak dari sektor PBB, akhir Oktober lalu.

Dikatakannya, target pencapaian PBB di Kabupaten OKU Selatan yang mencapai Rp1.399.827.982 masih jauh dari harapan. Pasalnya, jelang akhir tahun 2011 sekarang ini jumlah tersebut baru mencapai 56 persen atau sekitar Rp784.301.049. Kadispenda berharap kepada pihak kecamatan lainnya untuk mencontoh tiga kecamatan yang telah berhasil tepat waktu tersebut.

“Keberhasilan tiga kecamatan ini bisa dijadikan contoh kecamatan yang lain. Selain memberikan televisi kita juga memberikan piagam penghargaan sebagai hadiah atas keberhasilan mereka,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) OKU Selatan dr Hj Herawati Gatot pada kesempatan itu mengungkapkan bahwa lambannya pembayaran PBB oleh masyarakat disebabkan karena kurangnya pemahaman masyarakat akan pentingnya membayar pajak, sehingga menjadi kendala pemerintah dalam mengumpulkan pajak terutama dari sektor PBB.

Disamping itu, selain itu kebiasaan masyarakat membayar pajak jelang batas akhir harus dihilangkan sehingga target pencapian PBB bisa terpenuhi tepat waktu. “Masyarakat OKU Selatan hampir seluruhnya mengandalkan sektor pertanian, jadi untuk membayar PBB biasanya setelah panen dan kadang akan lupa. Untuk itu, pemerintah desa atau kecamatan harus jemput bola untuk mendatanginya,” ujarnya.(*)

Penulis: Syamsul Fikri (085273231111)

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: