Lanjut ke konten

Sungai Saka Selabung Menjadi TPA Sampah

21 November 2011

** Pemerintah Diminta Sediakan Tong Sampah

SUNGAI Saka Selabung yang membelah kota Muaradua merupakan sungai kebanggaan bagi masyarakat di bumi Serasan Seandanan. Namun sangat disayangkan, meskipun kini Kecamatan Muaradua sudah menjadi pusat ibukota Kabupaten OKU Selatan, sungai Saka Selabung masih menjadi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah bagi warga terutama yang berdomisili di sepanjang pinggiran sungai.

Budaya ini sebetulnya sudah terjadi sejak dulu, namun seyogyanya pemerintah juga dapat memperhatikan salah satu sebab belum berubahnya budaya masyarakat dalam membuang sampah di sungai tersebut. Dari beberapa sumber yang sempat dibincangi menyebutkan, prilaku warga yang masih tetap membuang sampah di sungai tersebut disebabkan karena belum adanya tong sampah yang disediakan pemerintah.

‘’Kalau ada tong sampah disediakan pemerintah di pemukiman mungkin masyarakat mulai berkurang membuang sampah di sungai. Karena dengan membuang sampah ke dalam tong sampah tentunya ada mobil yang akan mengangkut sampah tersebut untuk dibuang ke lokasi TPA,’’ ungkap Ny Zubaidah, warga Kampung Rengas.

Menurut Ny Zubaidah, karena tidak tersedianya tong sampah masyarakat dengan terpaksa membuangnya ke sungai. Dengan demikian, sampah yang dibuang tadi akan hanyut terbawa arus sungai dan tidak akan mengotori lingkungan perumahan warga.

Memang, katanya, sampah yang dibuang ke sungai juga menimbulkan pencemaran terhadap sungai. Terlebih lagi masih banyak masyarakat melakukan mandi dan mencuci di sungai. ‘’Sampah yang dibuang memang mencemari sungai, terkadang tidak semua sampah hanyut dibawa arus. Akibatnya warga yang mandi dan mencuci di sungai terkena imbas pencemarannya,’’ ujarnya.

Sejumlah warga yang biasa mandi di sungai sempat bercerita kalau sampah-sampah yang dibuang masyarakat membuat kotor sungai. ‘’Terkadang di saat kita sedang menyelam mandi di sungai tiba-tiba saja muncul di atas kepala kita sampah yang hanyut dibuang masyarakat,’’ ungkap Maman, warga Kelurahan Kisau Muaradua.

Melihat kondisi sampah yang dibuang masyarakat sudah mencemari sungai, Maman berharap pemerintah segera menertibkan warga agar tidak lagi membiasakan diri membuang sampah di sungai. Tentunya, pemerintah juga harus dapat menyediakan tong sampah atau tempat penampungan sampah di setiap perkampungan penduduk. ‘’Kalau pemerintah tidak menyediakan tong sampah, jelas sampai kapanpun kebiasaan membuang sampah di sungai tetap terjadi,’’ ujarnya.

Menanggapi masalah ini, Camat Muaradua Natalion SStp MSi ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, pihaknya sudah berulang kali menghimbau warga terutama di sepanjang aliran sungai Saka Selabung, untuk tidak membuang sampah di sungai. Bahkan, seluruh Lurah dan Kepala Lingkungan telah diminta untuk mensosialisasikan himbauan tersebut.

‘’Kami selalu menghimbau masyarakat agar tidak lagi membuang sampah di sungai, tetapi jawaban mereka yang menjadi kendala yakni belum adanya tempat pembuangan sampah,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini di Kecamatan Muaradua hanya ada dua TPS sampah yakni di pasar Saka Selabung dan di terminal Muaradua, sedangkan untuk TPS lain tidak ada. Hal ini menyebabkan besar kemungkinan masyarakat membuang sampah di sungai. “Tetapi beberapa waktu yang lalu, telah di pasang tong sampah di tempat-tempat yang kotor dan membuang sampah kesungai,” ujarnya.

Ditambahkannya, TPA sampah direncanakan akan dibangun pada 2012 mendatang pada tujuh titik tempat masyarakat selama ini masih sembarangan membuang sampah. Selain itu, upaya yang dilakukan pihaknya adalah meneruskan instruksi dari Wakil Bupati (Wabup) OKU Selatan dr Hj Herawati Gatot, untuk menangkap dan memberi denda terhadap masyarakat yang masih membuang sampah di aliran sungai.

‘’Untuk sementara upaya yang kita lakukan, bila ada masyarakat yang tepergok membuang sampah di sungai akan kita perintahkan Pol-PP menangkapnya lalu kemudian akan kita kenakan denda,’’ jelasnya.(*)

Penulis: Syamsul Fikri (085273231111)

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: