Lanjut ke konten

Antrian BBM di SPBU Memakan Korban

21 November 2011

** Seorang Warga Putus Lengan Kena Bacok

ANTRIANpanjang pembelian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Simpang

TAMPAK salah seorang warga menunjukkan telapak tangan korban yang putus disabet sajam.

Sender, Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah, Kabupaten OKU Selatan, akhirnya memakan korban. Dua kakak beradik, Hamka dan Dedi, warga Kelurahan Simpang Sender menjadi korban pembacokan hingga menyebabkan korban Hamka putus pergelangan tangan akibat ditebas parang.

Penyerangan dilakukan petugas SPBU, Rohim bersama tiga saudaranya. Peritiwa yang sempat membuat suasana di sekitar SPBU mencekam itu terjadi Selasa (15/11) sekitar pukul 08.30 WIB. Kasus ini telah ditangani aparat kepolisian sector (Polsek) Banding Agung sehingga para pelaku pembacokan masih dalam pengejaran.

Berdasarkan data yang dihimpun, pemicu perkelahian itu disebabkan terjadinya aksi rebutan untuk saling mendahului mendapatkan BBM jenis premium yang baru saja datang dari Baturaja. Sebetulnya, cekcok mulut antara korban Dedi dan salah seorang pelaku telah terjadi sehari sebelumnya. Nah, pada hari kejadian ternyata cekcok mulut itu berkelanjutan dengan adu fisik hingga terjadilah saling serang dengan menggunakan senjata tajam.

Karena musuh yang dihadapi tak sebanding dengan kekuatan yang dimiliki, akhirnya dua kakak beradik ini lebih dulu terkena serangan senjata tajam jenis parang dari tersangka Rohim. Sabetan parang juga bersarang pada bagian punggung korban Dedi hingga terluka cukup serius. Kelima tersangka pelaku yang melihat kedua korbannya terluka dan bersimbah darah, langsung saja lari meninggalkan lokasi kejadian.

Sedangkan kedua korban yang sudah terluka parah mendapat pertolongan dari warga sekitar. Karena luka yang dialami cukup parah keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit Liwa Lampung Barat. ‘’Korban Hamka dan Dedi menderita luka cukup serius sehingga harus dilarikan ke rumah sakit Liwa Lampung Barat,’’ ujar beberapa orang saksi mata.

Kapolres OKU Selatan AKBP Muhammad Aris SH SIK melalui Kapolsek Banding Agung AKP Mulyadi saat dikonfirmasi membenarkan terjadinya peristiwa tersebut. Menurutnya, empat pelaku saat ini masih dalam pengejaran karena setelah kejadian langsung melarikan diri. ‘’Menurut saksi pelaku ada empat orang bersaudara yang juga ada diantaranya menderita luka bacokan,’’ ujar Kapolres.(*)

Penulis: Syamsul Fikri (085273231111)

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: