Lanjut ke konten

Selama Tiga Tahun Kakek Cabuli Bocah

15 November 2011

TERSANGKA Mbah To, saat diamankan di Mapolsek Buay Pemaca.

KELAKUAN kakek Warsito alias Mbah To bin Akir (65), betul-betul bejat dan tak bermoral. Di usianya yang sudah mulai lanjut, kakek bejat ini tega melampiaskan nafsu birahinya dengan cara mencabuli seorang bocah yang tetangganya sendiri dan tergolong masih cucunya. Pencabulan itu sendiri telah dilakukan, kakek ini sejak korban sebut saja Mawar (12) masih berusia sembilan tahun.

Terkuaknya kasus yang terjadi di Dusun I, Desa Danau Jaya, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan ini, setelah korban tak tahan lagi mendapat perlakuan amoral dari tersangka. Aib yang telah menimpanya selama tiga tahun itu diceritakan kepada ibu kandungnya. Nah, dari cerita korban inilah akhirnya keluarga korban melaporkan aib ini ke Polsek Buay Pemaca.

Atas laporan tersebut, Kapolsek Buay Pemaca Iptu Rizal Effendi bersama anggotanya langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka pada Minggu (13/11) lalu di kediaman tersangka. ‘’Tersangka telah kita amankan dan dari hasil pemeriksaan tersangka mengakui kalau dirinya memang telah melakukan pencabulan terhadap korban selama tiga tahun berturut-turut,’’ ungkap Kapolres OKU Selatan AKBP Mohammad Aris SH SIK melalui Kapolsek Buay Pemaca Iptu Rizal Effendi, ketika dikonfirmasi wartawan.

Menurut Kapolres, pencabulan tersebut telah dilakukan tersangka selama tiga tahun terakhir. ‘’Menurut pengakuan tersangka pencabulan telah dilakukannya selama tiga tahun terakhir, dengan cara mengiming-imingi sejumlah uang. Perbuatannya sudah dilakukan hingga puluhan kali dan sudah tak dapat dihitung lagi,’’ ungkap Kapolres.

Bagainmana ceritanya? Pada suatu hari tersangka yang sudah sejak lama ditinggal pergi oleh istrinya karena bercerai ini melihat korban sedang mandi di sungai tepat di belakang rumah tersangka. Kala itu, tersangka tak kuasa menahan birahinya begitu melihat korban mengenakan handuk setengah gantung setelah usai dari mandi.

Karena sudah kerasukan nafsu setan, kakek bejat ini mulai mencari akal agar bisa menunaikan keinginannya. Begitu korban hendak beranjak pulang dan melintasi rumah tersangka, mulailah kakek beraksi dengan cara menawarkan kepada korban untuk mampir terlebih dahulu. Dasar masih polos, korban yang ditawari mampir langsung saja masuk ke dalam rumah tersangka.

Begitu korban masuk ke dalam rumah, kakek bejat ini tanpa banyak bicara  langsung mendekap tubuh korban dan memaksanya untuk melepas handuk yang membalut tubuhnya. Korban yang tak tahu kejadian apa yang akan menimpanya hanya pasrah. Walau sempat berontak namun tak begitu berarti sehingga tersangka bebas menciumi korban.

Tak hanya itu, tersangka lalu meraba-raba kemaluan korban. Setelah puas melakukan pencabulan itu, tersangka kemudian menyuruh korban kembali pulang dengan terlebih dahulu memberikan uang rp20 ribu. Tanpa ada perasaan takut, korban pun pulang dengan membawa uang yang telah diberikan tersangka.

Ternyata, pencabulan pertama berlangsung sukses dan tidak ada masalah, tersangka pun kembali melakukan perbuatan yang sama pada hari-hari berikutnya. Perbuatan bejat itu ternyata membuat tersangka ketagihan sehingga setiap ada kesempatan pencabulan kembali dilakukannya.

”Saya tidak menyetubuhinya, tapi cuma megang-megang alat vitalnya saja. Karena sewaktu saya mencoba memasukkan senjataku pada kemaluannya selalu tidak bisa hidup,” aku Mbah To, dihadapan polisi yang memeriksanya.

Meskipun tersangka mengaku tidak sampai memperkosa korban, namun dari hasil visum et repertum berhasil diketahui bahwa korban sudah tidak perawan lagi. Dengan demikian ada perkiraan kalau tersangka memang sempat memperkosa korban.(*)

Penulis: Syamsul Fikri (085273231111)

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: