Lanjut ke konten

Pembobol Rumah Camat Buay Pemaca Dibekuk

15 November 2011

BEKUK - Iyai (tengah), tersangka pembobol rumah dinas Camat Buay Pemaca yang dibekuk tim Reskrim Polsek Buay Pemaca.

SETELAH sepuluh bulan menjadi buronan aparat kepolisian, Andian Andre alias Iyai (22) warga Desa Kotaway, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan, berhasil dibekuk tim buru sergap (Buser) Polsek Buay Pemaca. Penangkapan yang dipimpin langsung Kapolsek Iptu Rizal Effendi, dilakukan ketika tersangka sedang berkumpul bersama teman-temanya.

Tersangka merupakan salah satu dari empat pelaku pembobolan rumah dinas Camat Buay Pemaca, yang terjadi 15 Januari lalu. Tersangka yang dibekuk petugas Jumat (11/11) lalu, kini telah diamankan di Mapolsek Buay Pemaca. Sementara tiga orang kawanan tersangka masih terus dalam pengejaran aparat kepolisian.

‘’Tersangka telah kita amankan dan dimintai keterangan guna pengembangan kasus untuk menangkap tiga orang kawanannya yang masih buron,’’ ungkap Kapolres OKU Selatan AKBP Mohammad Aris SH SIk melalui Kapolsek Buay Pemaca Iptu Rizal Effendi, saat dikonfirmasi terkait penangkapan tersebut.

Menurut Iptu Rizal, penangkapan dilakukan setelah pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat tentang keberadaan tersangka. Disamping itu, dengan adanya penyelidikan yang akurat dilakukan anggota Polsek Buay Pemaca. Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti motor Yamaha Vega ZR.

Tersangka, katanya, bersama tiga rekannya telah membongkar rumah dinas Camat Buay Pemaca ketika rumah tersebut sedang dalam keadaan kosong. Dalam aksi tersebut, para pelaku berhasil menggondol semua barang berharga yang ada  di dalam rumah, hingga kerugian yang diderita korban mencapai Rp5 juta lebih.

Selain telah melakukan pembobolan rumah dinas camat, tersangka Iyai dan kawanannya juga pernah membobol rumah warga Desa Durian 9. Dalam aksinya itu tersangka berhasil membawa kabur satu unit motor Yamaha Vega ZR. Motor hasil curian itu kemudian dijual ke oknum Kades Kembang Tinggi.

‘’Sewaktu motor kami jual, pak kades tidak tahu kalau motor itu hasil curian sehingga tetap dibeli. Dari penjualan motor saya hanya mendapat bagian Rp300 ribu, sedangkan dari aksi di rumah dinas camat saya mendapat bagian Rp150 ribu,’’ aku Iyai saat diminta keterangan oleh petugas.

Tersangka Iyai mengaku, semua uang yang didapatkannya dari hasil kejahatan tersebut dihabiskan untuk berpoya-poya. ‘’Uangnya habis digunakan untuk poya-poya,’’ tuturnya.(*)

Penulis: Syamsul Fikri (085273231111)

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: