Lanjut ke konten

Bocah SD Tewas Terbawa Arus Sungai Saka Selabung

15 November 2011

TAMPAK warga memenuhi pinggiran sungai Saka Selabung menyaksikan warga lainnya yang berusaha melakukan pencarian pada hari kejadian.

UNTUK kesekian kalinya, warga Kota Muaradua, Kabupaten OKU Selatan, hanyut terbawa arus sungai Saka Selabung hingga ditemukan sudah tak bernyawa. Kali ini yang menjadi korban pelajar kelas III Sekolah Dasar (SD), Wulan (10), warga Gang Sepakat II, Kelurahan Pancur Pungah, Kecamatan Muaradua.

Anak pasangan Bustamil dan Siti ini ditemukan tewas di bawah perahu rakit bambu milik warga Desa Damarpura, Kecamatan Simpang, dalam keadaan tanpa busana dan tangan kiri terluka diduga akibat di makan binatang air. Mayat Wulan ditemukan warga, Sabtu (12/11) sekitar pukul 17.00 WIB, setelah selama sehari semalam dari kejadian warga dibantu tim SAR melakukan pencarian dengan menelusuri sungai Saka Selabung.

Korban hanyut terbawa arus sungai, Jumat (11/11) sekitar pukul 13.30 WIB, ketika sedang mandi bersama tiga orang teman sebayanya di pangkal pemandian hilir jembatan Muaradua. Sebetulnya waktu kejadian, Wulah hanyut bersama temannya Sahwa. Namun oleh warga Sahwa berhasil diselamatkan dan dibawa ke darat sungai. Sedangkan dua orang temannya lagi, yakni Yahya dan Tika, saat kejadian dengan cepat mendarat dan berpekikan guna memberitahukan warga kalau teman mereka hanyut terbawa arus sungai.

Warga yang telah berusaha menyelam dan terus mencari hingga ke dasar sungai tak berhasil menemukan Wulan. Akhirnya, upaya pencarian pun melibatkan puluhan warga dengan dibantu oleh tim SAR Kabupaten OKU Selatan. Hingga larut malam masih belum ada tanda-tanda akan ditemukannya Wulan. Bahkan malam setelah kejadian sungai Saka Selabung meluap hingga arus sungai bertambah deras.

Karena itulah, jasad korban berhasil ditemukan sudah puluhan kilometer dari lokasi kejadian. Korban berhasil ditemukan Aris (25) bersama rekan-rekannya yang sejak hari kejadian telah berupaya melakukan pencarian. ‘’Sewaktu kami menyelam di bawah rakit bambu milik warga Desa Damarpura,’’ ujar Aris.

Salah seorang tetangga korban, Rianto menyebutkan, sebelum kejadian Wulan bersama teman-temannya sempat bermain di halaman rumah. Puas bermain, Wulan mengajak teman-temannya untuk mandi di sungai. Berangkatlah mereka menuju pangkalan di hilir jembatan Muaradua.

‘’Waktu itu saya dengar Wulan ngotot ngajak teman-temannya untuk mandi di sungai Saka Selabung. Mungkin itu salah satu pertanda kalau Wulan akan hanyut tenggelam di sungai,’’ ungkap Rianto.

Sementara itu ayah korban, Bustamil mengaku sebelum kejadian itu dirinya dan pihak keluarga yang lain sama sekali tidak mempunyai firasat buruk terhadap buah hatinya itu. ‘’Kami sama sekali tidak ada firasat buruk kalau akan terjadi kejadian seperti ini. Anak saya sebetulnya jarang mandi di sungai,’’ ungkapnya dengan raut muka sedih.

Siti, ibu korban juga Nampak tak henti-hentinya menangis histeris sejak mulai kejadian hingga setelah ditemukannya Wulan dalam keadaann sudah tak bernyawa.(*)

Penulis: Syamsul Fikri (085273231111)

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: