Lanjut ke konten

UMP Sumsel Masih Terlalu Rendah

26 November 2011

Guru Malas Buat RPP Pelajaran Tidak Up to Dat

26 November 2011

KONSEP pendidikan yang diterapkan saat ini dinilai sudah kedaluwarsa. Penyebabnya, sebagian besar guru malas membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Akibatnya, siswa hanya dicekoki pelajaran yang tidak up to date.

Pengamat pendidikan Sumsel Yohanes Agus Taruna mengungkapkan,dari hasil penyelidikannya, RPP yang merupakan pedoman guru dalam memberikan pelajaran kepada siswa tidak mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Kemungkinan besar guru hanya copy paste dari RPP sebelumnya. “Kita melihat RPP yang diterapkan guru saat ini sama. Bisa kita katakan hanya copy paste. Yang membedakan hanya tanggal, bulan dan waktu. Kalau metodenya seperti ini terus, bisa mengancam karakter pendidikan anak Indonesia. Apa yang diberikan selalu sama dari tahun ke tahun,” katanya kemarin.

Seharusnya, katanya, seorang guru tampil sebagai pemimpin dan memberikan contoh yang baik bagi siswanya. Sebab, anak-anak yang menerima pelajaran dari guru akan menjadi pemimpinpadamasanya kelak. Hal ini sesuai filosofi yang diberikan bapak pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara, seperti Ing NgarsoSing Tulodo, Ing MadyoMangun Karso, Tut Wuri Handayani. ”Sudah seharusnya teacher as a leader(guru adalah pemimpin), karena anak-anak yang menerima pelajaran tersebut akan menjadi pemimpin di masanya,” tandasnya. Baca selengkapnya…

Tiada Hari Tanpa Mati Listrik

26 November 2011

Listrik Lumpuhkan Perekonomian Warga

TAMPAK pohon besar roboh melintang ditengah jalan yang sudah dipastikan meninpa jaringan listrik beberapa waktu lalu.

‘’TIADA hari tanpa mati listrik’’ itulah setidaknya salah satu ungkapan yang keluar dari mulut masyarakat di Bumi Serasan Seandanan, menyikapi terlalu seringnya listrik mati (padam). Listrik tak hanya sering mati, tetapi yang lebih menjengkelkan byar pet listrik juga kerap terjadi.

Akibatnya, banyak barang elektronik warga harus rusak seketika. Belum lagi arus listrik yang tidak pernah stabil menyebabkan barang-barang elektronik yang membutuhkan arus listrik sama sekali tak dapat difungsikan. Kondisi ini tentu sangat dikeluhkan masyaakat Kabupaten OKU Selatan, terutama yang berada di ibu kota kabupaten kota Muaradua.

‘’Bagaimana daerah ini akan maju bila kondisi kelistrikan masih belum stabil dan kerap terjadi listrik padam, ditambah lagi byar pet yang membuat barang-barang elektronik mengalami kerusakan,’’ ungkap Sopian (35), warga Kampung Rengas, Kota Muaradua. Baca selengkapnya…

Warga Peninggiran Miliki Pasar Kalangan

24 November 2011

TAMPAK pembangunan pasar kalangan yang masih dalam pengerjaan. (foto diabadikan akhir Oktober 2011)

KEHADIRAN pasar kalangan (pasar sepekan) bagi masyarakat pedesaan sangat membantu mereka agar dapat lebih meningkatkan perekonomian. Karena itu, wilayah pedesaan yang masih cukup jauh dari pusat keramaian kota kabupaten, umumnya masih banyak terdapat pasar kalangan.

Seperti wilayah Kecamatan Tiga Dihaji, bila selama ini pasar kalangan hanya terdapat di Desa Kotabumi, Karang Pendeta dan Muara Kual Kuripan I, dalam waktu dekat akan bertambah satu lokasi pasar kalangan lagi yang telah selesai dibangun pemerintah kabupaten (Pemkab) OKU Selatan. Pasar kalangan yang baru tersebut berada di Desa Peninggiran, Kecamatan Tiga Dihaji.

Dengan dibangunnya pasar kalangan tersebut, warga Peninggiran terlihat cukup senang. Bila selama ini untuk berbelanja barang-barang kebutuhan rumah tangga harus jauh-jauh pergi ke pasar kalangan yang ada di desa tetangga, tidak lama lagi desa mereka justru akan menjadi ramai dikunjungi masyarakat yang akan pergi ke pasar kalangan. Baca selengkapnya…

15 Desember Proyek Harus Selesai

24 November 2011

PU Ancam Kontrak Dicabut

DINASPekerjaan Umum (PU) Kabupaten OKU Selatan mengancam akan

Ir Sudirman MM, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) OKU Selatan.

mencabut perjanjian kontrak kerja terhadap kontraktor pengerjaan jalan antara Desa Jagaraga, Kecamatan Buana Pemaca yang tembus ke Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU Selatan, jika pengerjaannya tidak rampung hingga 15 Desember mendatang.

‘’Kita tetap mengacu pada penjanjian yang telah disepakati pada 15 Desember 2011 pengerjaan sudah harus selesai,’’ tegas Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Ir A Sudirman MM, kepada wartawan belum lama ini.

Dijelaskan Sudirman, dalam kontrak kerja yang disepakati proyek yang menelan dana sebesar Rp35 milyar tersebut masih sebatas pengerasan jalan. Proyek yang dikerjakan oleh CV Cahaya Gunung Mas mulai melaksanakan pekerjaannya sejak April lalu. Kondisi lahan yang akan dijadikan jalan tidak semuanya datar, akan tetapi banyak terdapat perbukitan sehingga pihak kontraktor harus melakukan pengerukan yang memakan waktu cukup lama. Dengan berbagai macam kendala yang dihadapi itulah dikhawatirkan pengerjaan jalan tersebut tidak dapat diselesaikan tepat waktu. Baca selengkapnya…

Bank SumselBabel Bakal Ekspansi

24 November 2011

Pemkab OKUS Berikan Suntikan Dana Rp3 M

dr Hj Herawati Gatot, Wakil Bupati OKU Selatan.

BANK SumselBabel kantor cabang pembantu (KPC) Muaradua berencana akan melakukan pengembangan usaha (ekspansi) pada lima kecamatan di wilayah Kabupaten OKU Selatan yang dianggap cukup strategis.

Rencana ini akan dilaksanakan pada 2012 setelah menerima suntikan dana sebesar Rp3 milyar dari pemerintah kabupaten (Pemkab) OKU Selatan. Lima kecamatan yang akan dibuka menjadi ranting Bank SumselBabel ini, masing-masing wilayah Kecamatan Simpang, Simpang Sender, Simpang Campang, Sungai Are dan Kecamatan Muaradua Kisam.

Rencana ekspansi ini terungkap dalam pandangan umum Bupati OKU Selatan terhadap pandangan umum anggota dewan terhadap rancangan kebijakan umum APBD sementara 2012 Kabupaten OKU Selatan, yang disampaikan Wakil Bupati (Wabup) dr Hj Herawati Gatot pada sidang paripurna DPRD OKU Selatan, Selasa (8/11) lalu. Baca selengkapnya…

Lima Perampok Gasak Pasutri

24 November 2011

Setelah Bunuh Korban, Larikan

Motor dan Uang Rp14 Juta

 

KAWANAN perampok bersenjata tajam (sajam) berhasil melancarkan aksi sadis dengan melukai pasangan suami istri (Pasutri), Ansori alias Heri (45) dan Anis Rokiah (40), warga Jalan A Yani, Lrg Batu Bekatak, Kelurahan Sukaraya, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU.

Kejadian ini menyebabkan korban Ansori tewas dengan tubuh penuh dengan luka bacokan dan pukulan benda keras. Korban tewas dalam perjalanan menuju RSUD Ibnu Sutowo Baturaja OKU lantaran diduga karena telah kehabisan darah. Sementara itu, korban Anis mengalami luka pada pergelangan tangan dan dada.

Pelaku diperkirakan berjumlah lima orang dan melakukan aksinya ketika pasutri ini sedang melintasi Desa Lubai Persada, Trans Barito, Kecamatan Rambang Lubai, Kabupaten Muaraenim, Senin (22/11) sekitar pukul 13.00 WIB. Baca selengkapnya…

Stok Beras Sumsel Aman

23 November 2011

STOK beras Sumsel aman hingga empat bulan kedepan.

PERUSAHAAN Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Sumsel menjamin persediaan beras bagi masyarakat di wilayah Sumsel aman hingga empat bulan mendatang. Hal ini diketahui dengan melihat jumlah stok beras yang ada, termasuk tambahan beras impor sekitar 40.000 ton.

”Kondisi saat ini memang stok beras bertahan hingga 2,5 bulan ke depan. Namun, dengan adanya pengadaan beras dari OKU Timur mencapai 200 ton serta impor beras Vietnam 40.000 ton, dipastikan cadangan bertahan hingga empat bulan ke depan sembari menunggu panen raya Februari dan Maret 2012,” kata Kepala Divre Sumsel H Bambang Napitupulu kemarin.

Menurutnya, persediaan beras di area Sumsel dan Babel ini juga ditambah stok tambahan mencapai 125.000 ton pertahun. Dengan asumsi rata-rata beras terserap sekitar 9.000 ton perbulan. Persediaan beras yang dimiliki ini diperuntukkan bagi kebutuhan raskin secara rutin serta pengendalian harga beras dengan opsi Operasi Pasar (OP), yang kerap dilakukan pemerintah di sejumlah pasar tradisional. Baca selengkapnya…

Omzet Pameran SEA Games XXVI Capai Rp15 M

23 November 2011

DINAS Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat, capaian omzet pameran selama dua pekan berlangsungnya SEA Games di Palembang terbilang sangat luar biasa, yakni menembus angka Rp15 milyar.

”Angka capaian yang berhasil dihimpun itu termasuk pameran yang diikuti seluruh UMKM. Dari beragam produk kerajinan asal Sumsel yang ditawarkan, ternyata kain songket dan kuliner khas Palembang mendominasi dalam penjualan,” demikian dikatakan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumsel, Abdul Shobur, pada hari penutupan SEA Games XXVI di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (22/11) malam.

Diakuinya, pameran Sriwijaya Exspo maupun pameran International Expomemang menyedot banyak keuntungan, terutama bagi pelaku UMKM yang tergabung di pameran tersebut. Bahkan, tak hanya pengunjung lokal yang tertarik dengan kain songket dan kuliner khas Palembang, pengunjung dari luar pun sangat terkesan dan menggunakan songket asli Palembang. ”Pada prinsipnya, produk Palembangtidakkalahbersaing dengan produk dari luar. Tinggal kreativitas pelaku usaha dalam berinovasi untuk pengembangan produk,” ucapnya. Baca selengkapnya…

Wapres Boediono Tutup SEA Games XXVI

23 November 2011
  • Diwarnai Pesta Kembang Api
  • SEA Games XXVII Diselenggarkan di Myanmar

PESTAolahraga negara-negara Asia Tenggara, SEA Games XXVI, resmi

KEMBANG api semarakkan penutupan SEA Games XXVI

ditutup Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Boediono, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (22/11) malam. Sebagaimana acara pembukaan, malam penutupan juga berlangsung spektakuler dengan dimeriahkan oleh pesta kembang api, tari-tarian, dan penampilan sejumlah artis papan atas ibu kota.

Pada SEA Games kali ini, Indonesia berhasil meraih prestasi sebagai juara umum. Kembang api menghiasi langit Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring

TARI-tarian juga sempat memeriahkan penutupan SEA Games XXVI.

yang menjadi pusat penutupan SEA Games 2011. SEA Games XXVII tahun 2013 akan diselenggarkan di Myanmar. Kontingen Indonesia keluar sebagai juara umum dengan perolehan medali 182 emas, 151 perak, dan 143 perunggu. Raihan itu terpaut jauh dengan peringkat kedua Thailand. Negeri “Gajah Putih” ini mengoleksi 109 emas, 100 perak, dan 120 perunggu. Prestasi luar biasa yang ditorehkan atlet Indonesia di SEA Games XXVI mendapat apresiasi besar dari Presiden Susilo BambangYudhoyono (SBY).

Presiden meyakini prestasi atlet Indonesia yang mentereng di SEA Games kali ini tidak bisa dilepaskan dari perjuangan dan latihan keras mereka selama bertahun-tahun. “Sekarang medali (emas) sudah 182. Semuanya boleh tepuk tangan. ‘’Itu medali yang lebih dari 100 bukan turun dari langit. Itu karena berlatih,” papar Presiden SBY di kediamannya, Puri Cikeas, kemarin.

Prestasi sebagai juara umum ini adalah yang terbaik bagi Indonesia dalam 14 tahun terakhir. Sejak menobatkan diri sebagai juara umum pada 1997, prestasi Indonesia memang kurang memuaskan. Pada SEA Games XXIV di Thailand, Indonesia bahkan hanya duduk di peringkat keempat. “Sebelum SEA Games digelar komentarnya luar biasa, tidak siaplah, pasti gagal, tidak serius, mundur saja empat bulan. Saya katakan jangan dilawan dengan kata-kata, buktikan nanti kita bisa,” tandas Presiden. Baca selengkapnya…

Pria Bejat Perkosa Anak Tiri

23 November 2011

* Korban Sempat Diancam Akan Dibunuh

TERSANGKA Cik Ali, setelah diamankan ruang tahanan Mapolres OKU Selatan.

MASIH merasa kurang puas mendapat pelayanan dari istrinya, Cik Ali (36), warga Desa Kota Agung, Kecamatan Tiga Dihaji, Kabupaten OKU Selatan, nekat melampiaskan nafsu birahinya dengan cara memperkosa anak tirinya sendiri hingga berulang kali.

Pemerkosaan itu sendiri kerap dilakukan pria bejat ini dikala istrinya sedang tidak di tempat. Tindak amoral yang dilancarkannya berjalan mulus karena setiap hendak menyetubuhi korban, sebut saja Bunga (13), Cik Ali terlebih dahulu mengancam akan membunuh korban. Atas ancaman itulah korban pun dengan perasaan sedih dan dengan penuh keterpaksaan selalu melayani nafsu setan bapak tirinya.

Setiap kali usai melakukan pemerkosaan, Cik Ali juga mengancam akan membunuh ibu andungnya, bila bila menceritakan aib tersebut kepada orang lain. Pemerkosaan itu sendiri berlangsung di dalam pondok kebun kopi, yang sehari-harinya menjadi tempat tinggal keluarga. Baca selengkapnya…

Sungai Saka Selabung Menjadi TPA Sampah

21 November 2011

** Pemerintah Diminta Sediakan Tong Sampah

SUNGAI Saka Selabung yang membelah kota Muaradua merupakan sungai kebanggaan bagi masyarakat di bumi Serasan Seandanan. Namun sangat disayangkan, meskipun kini Kecamatan Muaradua sudah menjadi pusat ibukota Kabupaten OKU Selatan, sungai Saka Selabung masih menjadi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah bagi warga terutama yang berdomisili di sepanjang pinggiran sungai.

Budaya ini sebetulnya sudah terjadi sejak dulu, namun seyogyanya pemerintah juga dapat memperhatikan salah satu sebab belum berubahnya budaya masyarakat dalam membuang sampah di sungai tersebut. Dari beberapa sumber yang sempat dibincangi menyebutkan, prilaku warga yang masih tetap membuang sampah di sungai tersebut disebabkan karena belum adanya tong sampah yang disediakan pemerintah.

‘’Kalau ada tong sampah disediakan pemerintah di pemukiman mungkin masyarakat mulai berkurang membuang sampah di sungai. Karena dengan membuang sampah ke dalam tong sampah tentunya ada mobil yang akan mengangkut sampah tersebut untuk dibuang ke lokasi TPA,’’ ungkap Ny Zubaidah, warga Kampung Rengas. Baca selengkapnya…

Antrian BBM di SPBU Memakan Korban

21 November 2011

** Seorang Warga Putus Lengan Kena Bacok

ANTRIANpanjang pembelian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Simpang

TAMPAK salah seorang warga menunjukkan telapak tangan korban yang putus disabet sajam.

Sender, Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah, Kabupaten OKU Selatan, akhirnya memakan korban. Dua kakak beradik, Hamka dan Dedi, warga Kelurahan Simpang Sender menjadi korban pembacokan hingga menyebabkan korban Hamka putus pergelangan tangan akibat ditebas parang.

Penyerangan dilakukan petugas SPBU, Rohim bersama tiga saudaranya. Peritiwa yang sempat membuat suasana di sekitar SPBU mencekam itu terjadi Selasa (15/11) sekitar pukul 08.30 WIB. Kasus ini telah ditangani aparat kepolisian sector (Polsek) Banding Agung sehingga para pelaku pembacokan masih dalam pengejaran.

Berdasarkan data yang dihimpun, pemicu perkelahian itu disebabkan terjadinya aksi rebutan untuk saling mendahului mendapatkan BBM jenis premium yang baru saja datang dari Baturaja. Sebetulnya, cekcok mulut antara korban Dedi dan salah seorang pelaku telah terjadi sehari sebelumnya. Nah, pada hari kejadian ternyata cekcok mulut itu berkelanjutan dengan adu fisik hingga terjadilah saling serang dengan menggunakan senjata tajam. Baca selengkapnya…

Selayang Pandang Kabupaten OKU Selatan

21 November 2011

OGAN Komering Ulu Selatan (OKU Selatan) adalah salah satu kabupaten di  Provinsi Sumatera Selatan. Merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) yang diresmikan dengan UU No 37 Tahun 2003, tanggal tanggal 18 Desember 2003. Kabupaten ini diresmikan pada 16 Januari 2004  di Muaradua, sebagai ibukota Kabupaten OKU Selatan.

Secara geografis, Kabupaten OKU Selatan terletak diantara 103022 104021 Bujur Timur dan antara 04014 04055 Lintang Selatan. Memiliki luas wilayah 5.493,34 Km2 atau 549.394 Ha. Batas wilayah OKU Selatan, sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Ulu Ogan, Kecamatan Pengandonan, dan Kecamatan Lengkiti Kabupaten Ogan Komering Ulu. Sebelah Selatan berbatasan engan Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung. Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu dan Kecamatan Semendo Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur dan Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung.

Topografi wilayah Kabupaten OKU Selatan sebagian besar merupakan dataran tinggi yang membentuk bukit-bukit dan gunung-gunung. Ketinggian wilayahnya berkisar antara 45 s/d 1.643 mdpl. Wilayah tertinggi di Kabupaten OKU Selatan adalah Gunung Seminung yang terletak di Kecamatan Banding Agung, dengan ketinggian 1.888 mdpl. Kabupaten OKU Selatan dialiri oleh dua sungai besar, Sungai Selabung dan Sungai Saka yang bermuara ke Sungai Komering. Selain itu, masih terdapat sekitar 20 sungai dan anak sungai lainnya yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten OKU Selatan. Baca selengkapnya…

Korpri OKUS Santuni Pegawai Pensiunan

21 November 2011

Zainal Muhtadin SH, Sekretaris Korpri Kabupaten OKU Selatan.

SEBAGAI bentuk kepedulian terhadap para pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten OKU Selatan, Korpri memberikan santunan kepada pensiunan PNS. Santunan yang diberikan bertepatan dengan puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Korpri tersebut, akan diserahkan langsung oleh Ketua Korpri yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten OKU Selatan, Drs Syahril Tambah didampingi Sekretaris Korpri Zainal Muhtadin SH.

Ketua Korpri OKU Selatan, Drs Syahril Tambah melalui Sekretaris Korpri Zainal Muhtadin SH mengatakan, santunan yang akan diberikan merupakan salah satu bentuk kepedulian Korpri OKU Selatan terhadap para pensiunan PNS yang telah berkiprah dalam mengisi pembangunan di negeri tercinta ini. Baca selengkapnya…

Tiga Camat Mendapat Reward dari Dispenda

21 November 2011

KEBERHASILAN yang telah dicapai pihak kecamatan dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tepat pada waktunya, ternyata mendapat perhatian serius dari jajaran Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten OKU Selatan.

Terhadap pihak kecamatan yang telah berhasil tersebut, Dispenda OKU Selatan memberikan reward (penghargaan) dengan memberikan hadiah masing-masing satu unit televise. Tiga Kecamatan yang mendapat reward, yakni Kecamatan Kisam Tinggi, Kecamatan Sungai Are dan Kecamatan Mekakau Ilir. Kecamatan lainnya yang tersebar di Kabupaten OKU Selatan hingga kini masih berupaya mencapai target PBB. Salah satu kecamatan adalah Kecamatan Buay Runjung yang termasuk kecamatan belum memenuhi target PBB, dari target Rp97 juta hingga saat ini Kecamatan Buay Runjung baru mencapai Rp 9 juta atau sekitar 12 persen.

Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadispenda) OKU Selatan, Drs H A Buchori mengatakan, hingga awal November lalu masih banyak tunggakan pajak dari sektor PBB, yakni sebesar Rp610 juta atau sekitar 44 persen. Namun demikian, pihaknya tetap optimis target PBB bisa tercapai pada akhir tahun 2011 nanti. Baca selengkapnya…

Oknum Bidan Desa Masih Banyak Nakal

21 November 2011

** Tinggalkan Tugas Pada Hari Kerja

HA Ismail MO SSos SKM MKes, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Selatan

BIDAN desa merupakan tenaga medis yang berhubungan langsung dengan masyarakat di pedesaan. Karena itu, kehadiran bidan tentu sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk mendapat pelayanan kesehatan. Namun, bagaimana bila seorang bidan yang telah mendapat tugas untuk mengabdi di salah satu desa justru sering meninggalkan tempat dan tidak berada di tempat?

Hal ini tentu akan banyak menyebabkan keluhan dari warga desa, terutama yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Menyikapi prilaku nakal oknum bidan ini, warga terpaksa harus pergi ke desa tetangga bahkan hingga ke Puskesmas yang ada di kecamatan demi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Selatan, H Ismail MO SSos Skm MKes melalui Sekretaris H Arson Abadi Skm MSi, mengakui kalau pihaknya sering menerima laporan masyarakat terkait keberadaan bidan yang tidak berada di tempat pada hari-hari dinas. Bahkan, setiap menerima laporan pihaknya sering melakukan insfeksi mendadak (Sidak) ke desa dimaksudkan guna mengecek kebenaran dari laporan warga. Baca selengkapnya…

DPRD Sorot Kinerja PDAM

21 November 2011

Minta Pelayanan Lebih Ditingkatkan

 

MASIH lemahnya pelayanan yang diberikan pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Saka Selabung Muaradua, Kabupaten OKU Selatan terhadap para pelanggan setianya, mendapat sorotan dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (F-PDI) DPRD OKU Selatan.

Dalam pandangan umum terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) pada sidang paripurna, Kamis (3/11) lalu, F-PDI melalui juru bicaranya Aljuandi meminta agar PDAM dapat meningkatkan kinerja pelayanan dan selalu berbenah supaya tidak menjadi Perusahaan Daerah Air Macet karena selalu diberi suntikan dana dari pemerintah.

“PDAM harus menjadi perusahaan yang bisa berdiri sendiri dan tidak menjadi Perusahaan Daerah Air Macet,” tegas Aljuandi, dihadapan para pejabat ekskutif yang hadir pada sidang paripurna. Baca selengkapnya…

Bupati Muhtadin Warning Kepala SKPD

21 November 2011

Tak Capai Target PAD Dicopot

BUPATIOKU Selatan H Muhtadin Sera’i dengan tegas mengancam akan

H Muhtadin Sera'i, Bupati OKU Selatan.

mencopot jabatan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di jajaran Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) OKU Selatan, jika tidak bisa bekerja dalam pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga akhir 2011.

‘’Seluruh SKPD harus mencapai target. Jika PAD tidak mencapai target siap-siap untuk diganti artinya mereka tidak mampu mengemban tugas dengan baik,” tegas Bupati Muhtadin kepada sejumlah wartawan baru-baru ini.

Menurut Muhtadin, bila kepala SKPD tidak bisa mencapai target PAD sama halnya pejabat tersebut tidak mempunyai keinginan untuk memajukan pembangunan di bumi Serasan Seandanan. Jika pejabat bersangkutan ada keinginan membangun OKU Selatan, tentunya dengan berbagai upaya akan dilakukan guna pencapaian target PAD yang ditetapkan. Baca selengkapnya…

30 Penderita Katarak Dioperasi Gratis

21 November 2011

dr Hj Herawati Gatot, Wakil Bupati (Wabup) OKU Selatan.

SEDIKITNYA 30 penderita penyakit katarak di Kabupaten OKU Selatan mendapat pelayanan operasi gratis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muaradua, baru-baru ini. Wakil Bupati (Wabup) OKU Selatan dr Hj Herawati Gatot Spm terjun langsung melakukan operasi terhadap para penderita katarak dengan dibantu tim medis RSUD OKU Selatan.

Wabup dr Herawati yang juga merupakan dokter spesialis mata, pada kesempatan itu menyatakan rasa keprihatinannya terhadap banyaknya penderita katarak di bumi Serasan Seandanan. Karena begitu banyaknya penderita katarak yang perlu mendapat pertolongan, Wabup berkeinginan untuk membantu mengoperasi para penderita di luar jam dinasnya selaku orang nomor dua di Kabupaten OKU Selatan.

‘’Karena RSUD OKU Selatan belum memiliki peralatan operasi katarak, saya akan menempatkan peralatan operasi katarak yang ada di klinik saya di Baturaja. Keinginan saya setiap minggu ada operasi katarak di RSUD,’’ ungkapnya. Baca selengkapnya…

Selama Tiga Tahun Kakek Cabuli Bocah

15 November 2011

TERSANGKA Mbah To, saat diamankan di Mapolsek Buay Pemaca.

KELAKUAN kakek Warsito alias Mbah To bin Akir (65), betul-betul bejat dan tak bermoral. Di usianya yang sudah mulai lanjut, kakek bejat ini tega melampiaskan nafsu birahinya dengan cara mencabuli seorang bocah yang tetangganya sendiri dan tergolong masih cucunya. Pencabulan itu sendiri telah dilakukan, kakek ini sejak korban sebut saja Mawar (12) masih berusia sembilan tahun.

Terkuaknya kasus yang terjadi di Dusun I, Desa Danau Jaya, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan ini, setelah korban tak tahan lagi mendapat perlakuan amoral dari tersangka. Aib yang telah menimpanya selama tiga tahun itu diceritakan kepada ibu kandungnya. Nah, dari cerita korban inilah akhirnya keluarga korban melaporkan aib ini ke Polsek Buay Pemaca.

Atas laporan tersebut, Kapolsek Buay Pemaca Iptu Rizal Effendi bersama anggotanya langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka pada Minggu (13/11) lalu di kediaman tersangka. ‘’Tersangka telah kita amankan dan dari hasil pemeriksaan tersangka mengakui kalau dirinya memang telah melakukan pencabulan terhadap korban selama tiga tahun berturut-turut,’’ ungkap Kapolres OKU Selatan AKBP Mohammad Aris SH SIK melalui Kapolsek Buay Pemaca Iptu Rizal Effendi, ketika dikonfirmasi wartawan. Baca selengkapnya…

Bocah SD Tewas Terbawa Arus Sungai Saka Selabung

15 November 2011

TAMPAK warga memenuhi pinggiran sungai Saka Selabung menyaksikan warga lainnya yang berusaha melakukan pencarian pada hari kejadian.

UNTUK kesekian kalinya, warga Kota Muaradua, Kabupaten OKU Selatan, hanyut terbawa arus sungai Saka Selabung hingga ditemukan sudah tak bernyawa. Kali ini yang menjadi korban pelajar kelas III Sekolah Dasar (SD), Wulan (10), warga Gang Sepakat II, Kelurahan Pancur Pungah, Kecamatan Muaradua.

Anak pasangan Bustamil dan Siti ini ditemukan tewas di bawah perahu rakit bambu milik warga Desa Damarpura, Kecamatan Simpang, dalam keadaan tanpa busana dan tangan kiri terluka diduga akibat di makan binatang air. Mayat Wulan ditemukan warga, Sabtu (12/11) sekitar pukul 17.00 WIB, setelah selama sehari semalam dari kejadian warga dibantu tim SAR melakukan pencarian dengan menelusuri sungai Saka Selabung.

Korban hanyut terbawa arus sungai, Jumat (11/11) sekitar pukul 13.30 WIB, ketika sedang mandi bersama tiga orang teman sebayanya di pangkal pemandian hilir jembatan Muaradua. Sebetulnya waktu kejadian, Wulah hanyut bersama temannya Sahwa. Namun oleh warga Sahwa berhasil diselamatkan dan dibawa ke darat sungai. Sedangkan dua orang temannya lagi, yakni Yahya dan Tika, saat kejadian dengan cepat mendarat dan berpekikan guna memberitahukan warga kalau teman mereka hanyut terbawa arus sungai. Baca selengkapnya…

Pembobol Rumah Camat Buay Pemaca Dibekuk

15 November 2011

BEKUK - Iyai (tengah), tersangka pembobol rumah dinas Camat Buay Pemaca yang dibekuk tim Reskrim Polsek Buay Pemaca.

SETELAH sepuluh bulan menjadi buronan aparat kepolisian, Andian Andre alias Iyai (22) warga Desa Kotaway, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan, berhasil dibekuk tim buru sergap (Buser) Polsek Buay Pemaca. Penangkapan yang dipimpin langsung Kapolsek Iptu Rizal Effendi, dilakukan ketika tersangka sedang berkumpul bersama teman-temanya.

Tersangka merupakan salah satu dari empat pelaku pembobolan rumah dinas Camat Buay Pemaca, yang terjadi 15 Januari lalu. Tersangka yang dibekuk petugas Jumat (11/11) lalu, kini telah diamankan di Mapolsek Buay Pemaca. Sementara tiga orang kawanan tersangka masih terus dalam pengejaran aparat kepolisian.

‘’Tersangka telah kita amankan dan dimintai keterangan guna pengembangan kasus untuk menangkap tiga orang kawanannya yang masih buron,’’ ungkap Kapolres OKU Selatan AKBP Mohammad Aris SH SIk melalui Kapolsek Buay Pemaca Iptu Rizal Effendi, saat dikonfirmasi terkait penangkapan tersebut. Baca selengkapnya…

Pertamina Kurangi Jatah BBM

15 November 2011

SALES Representatif wilayah V Sumatera Selatan Pertamina Pemasaran Region II Arif mengakui pasokan bahan bakar minyak (BBM) ke Kabupaten OKU, OKU Selatan, dan OKU Timur dikurangi. Pengurangan ini disebabkan kuota subsidi BBM di tiga kabupaten ini sudah lebih. “Hingga Oktober 2011 lalu, premium di OKU lebih 6 %, OKU Selatan lebih 1% dan OKU Timur lebih 1 %,” ungkap Arif.

Sedangkan untuk jenis Solar, kebutuhan di Kabupaten OKU lebih 2 %, OKU Selatan lebih 2%, sedangkan OKU Timur masih di bawah kuota. Dibeberkan Arif, jatah premium untuk Kabupaten OKU pada 2011 sebanyak 46.400 kiloliter (kl), OKU Selatan 16.193 kl dan OKU Timur 36.280 kl. Sedangkan premium yang telah terealisasi hingga Oktober 2011 lalu untuk OKU sebanyak 40.980 kl, OKU Selatan 13.590 kl, dan OKU Timur mencapai 30.290 Kl.

Selanjutnya untuk jenis solar selama 2011 ini untuk Kabupaten OKU sebanyak 34.293 kl, OKU Selatan 53.660 dan OKU Timur 19.623 kl. Sedangkan realisasinya hingga akhir Oktober 2011 untuk OKU adalah 29.245 kl, OKU Selatan 45.450 kl,dan OKU Timur 15.435 kl. Sehingga sisa premium di OKU 5.420 kl, OKU Selatan 2.603 kl, dan OKU Timur 5.990 kl. Sisa solar di OKU 5.048 kl, OKU Selatan 8.210 kl dan OKU Timur 1.188 kl. “Sisa BBM ini harus cukup hingga akhir Desember mendatang,” ungkap Arif. Baca selengkapnya…

BBM Langka, Bensin Tembus Rp8.000 Perliter

14 November 2011

TAMPAK antrian minyak di SPBU Kota Muaradua.

BAHAN Bakar Minyak (BBM) khususnya premium (bensin) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan mulai langka. Sejak sepekan terakhir warga kesulitan untuk mendapatkan bensin melalui SPBU. Bensin bisa diperoleh dari penjual eceran di pinggir jalan dengan harga Rp8.000 perliter.

Anehnya, kendati persediaan BBM di SPBU selalu kehabisan, namun penjual eceran mulai menjamur. Terlebih lagi di lokasi dekat SPBU, penjual eceran cukup banyak dan selalu mempunyai stok BBM yang cukup. Pihak SPBU nampaknya sengaja menjual BBM mereka ke pengecer dengan jumlah yang banyak, sehingga stok SPBU selalu kehabisan.

Cara seperti ini, dengan sendirinya masyarakat terpaksa harus membeli BBM melalui pengecer dengan harga jauh lebih mahal dari harga ketetepan di SPBU. Banyaknya stok minyak pada pengecer ini mulai dipertanyakan masyarakat.

‘’Kami heran, kalaupun minyak langka dan stok SPBU habis kenapa penjual minyak eceran malah bertambah banyak dan mereka selalu mempunyai stok cukup banyak untuk dijual. Jangan-jangan memang ada permainan antara pengecer dan pihak SPBU,’’ ujar Sopian (34), warga Kota Muaradua yang mengaku kesal terhadap kelangkaan BBM di SPBU. Baca selengkapnya…